Pemerhati Desak Pemkot Bogor Cabut BCB yang dirusak-bogornews.com

Pemerhati Desak Pemkot Bogor Cabut BCB yang dirusak
Minggu, 12 Oktober 2014 – WIB |

BOGORnews, == Para pemerhati budaya dan budayawan Kota Bogor menyesalkan, banyaknya Benda Cagar Budaya (BCB) terutama gedung– gedung tempo dulu yang dipugar dengan menghilangkan aslinya.

BCB yang tidak bergerak, telah beralih fungsi seperti bangunan percetakan di Jalan IR. H. Juanda yang telah berubah menjadi restoran siap saji, bangunan hotel peninggalan kolonial yang berubah menjadi mall, dan gedung SMP Negeri 1 yang telah direnovasi dengan menghilangkan asilnya.

Rachmat Iskandar salah satu pemerhati BCB menyesalkan pemerintah Kota Bogor yang tidak bisa mempertahankan gedung– gedung peninggalan tempo dulu yang telah masuk BCB. “Ironis lagi gedung – gedung yang masuk BCB telah tercatat di Kemenbudpar, “ ujar Rachmat.

Salah satu gedung SMP Negeri 1 yang berlokasi di Jalan Ir. Juanda, padahal gedung Sekolah tersebut sudah tercatat di Kementerian sebagai BCB. “ Mestinya pihak Disbudpar memberikan masukan kepada Dinas Pendidikan untuk tidak memugar secara total gedung SMP Negeri 1. Silahkan saja kalau direnovasi tapi tidak menghilangkan yang menjadi ciri BCB nya, “kata Rahmat.

Terkait dengan pemugaran gedung SMP Negeri 1 Rachmat mengatakan, bahwa pihaknya telah mengingatkan kepada Disbudpar agar SMP Negeri 1 Bogor tidak dipunggar secara total. Sayangnya tidak ditanggapi, dan pemugaran SMP Negeri terus berlanjut,

“Saya telah mengingatkan ketika Kepala Disbudpar dijabat oleh Pak Yan Tan Rusmana, namun tidak mendapat tanggapan, “ sesalnya.

Rachmat menuturkan, pihaknya juga telah berkonsultasi dengan Departemen Ilmu Pengetahuan Arkelologi Universitas Indonesia, terkait banyak BCB di Kota Bogor yang telah dipugar dengan menghilangkan aslinya “Pada bulan Agustus 2013 lalu saya mendatangi Prof. Dr. Agus Munandar dari Departemen Ilmu Pengetahuan Arkeologi UI untuk berkonsultasi terkait BCB yang dirubah, “ kata dia.

Selain mendatangi UI, kata Rachmat, pihaknya juga mendatangi Balai Pelestarian Peninggalan Pubakala (BP-3) Serang. Untuk diketahui wilayah kerja BP-3 Serang meliputi Jawa Barat, Banten dan Lampung.

Rachmat menuturkan, dari hasil konsultasi dengan Departemen Ilmu Pengetahuan Arkeologi UI BP-3 Serang, Pemkot Bogor harus segera mengajukan pencabutan Kepada Kementerian terkait sehingga gedung yang telah dipugar dicabut dari catatan BCB.

Nantinya, kalau sudah dicabut gedung yang telah dipugar hanya dicatat sebagai tinggalan BCB, bukan lagi BCB. Jika hal ini tidak dilakukan, Pemkot Bogor telah melakukan kebohongan Publik, “ tukasnya.

Sementara itu Kepala Disbudpar Kota Bogor Shahlan Rasyidi membenarkan banyak BCB di Kota Bogor terutama gedung– gedung tempo dulu yang dipugar dengan menghilangkan aslinya dan bahkan telah beralih fungsi.

Shahlan mengatakan, salah satu BCB yang terancam keberadaannya, dua bungker di Lawang Gintung Kecamatan Bogor Selatan. Dua bungker masuk peninggalan BCB rencananya akan dibeli untuk menjadi aset Pemerintah Kota Bogor.

“Saat ini benda bersejarah itu masih dimiliki Bank Mandiri. Sedangkan berdasarkan hasil penelitian Disbudpar tahun 2010 kedua bungker tersebut masuk dalam BCB yang harus dilestarikan, “ kata Shahlan.

Ia tidak menginginkan BCB itu hilang mengingat Disbudpar sudah bersusah payah melakukan penelitian. Untuk proses pembelihan lahan Shahlan telah meminta kepada pihak ketiga untuk tidak menaikan harga jual, karena peruntukan lahan tersebut untuk kepentingan masyarakat yang rencannya akan menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH). “Harga jual lahan diperkirakan Rp1 Juta per meter dengan luas diperkirakan 4000 meter persegi, “ ungkapnya.

Shahlan menambahkan, ketika dirinya menjabat Kepala Bidang Kebudayaan pada Disbudpar, ada 24 BCB yang tidak bergerak di Kota Bogor sudah tercatat di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar).(iso)

note : SMPN 1 yang notabene milik pemkot aja ga bisa dipertahanin😦, masih mau beli bunker?
pertanyaan untuk kadisbudpar : masa dari dulu benda cagar budaya Bogor “cuma” 24 pak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s