Duuh..Bangunan Heritage di Jalan Kepatihan Jadi Lahan Parkir-detik.com

Jumat, 17/09/2010 15:58 WIB
Duuh..Bangunan Heritage di Jalan Kepatihan Jadi Lahan Parkir
Avitia Nurmatari – detikBandung

Bandung – Bandung kembali kehilangan salah satu bangunan heritagenya. Salah satu bangunan yang ada di Jalan Kepatihan Nomor 14-16, kini rata dengan tanah. Rencana lahan bekas bangunan itu akan dijadikan halaman parkir.

Bangunan tersebut memang tidak termasuk dalam 99 bangunan yang ada di dalam Peraturan Daerah Kota Bandung No 19 Tahun 2009 Tentang Pengelolaan Kawasan dan
Bangunan Cagar Budaya. Namun menurut Ketua Paguyuban Bandung Heritage Harastuti, bangunan tersebut termasuk ke dalam 1.000 daftar bangunan heritage yang ada di Kota Bandung.

“Dalam Perda memang tidak dicantumkan, tapi ada dalam daftar kita (Bandung Heritage-red). Dan kita pernah mengajukan tempat itu untuk masuk ke dalam
Perda,” ujar Harastuti saat dihubungi wartawan melalui telepon selular, Jumat (17/9/2010).

Ia menyayangkan bangunan yang berada di tengah-tengah PKL di Jalan Kepatihan tersebut kini rata dengan tanah. “Dulu kita sudah pernah bilang, bagaimana kalau bangunan bagian depannya jangan dirobohkan, kalau mau dibangun ya bagian belakangnya saja, tapi ya kita bisa gimana, karena memang itu tidak masuk ke
dalam perda ya sulit untuk melarangnya,” terangnya.

Pantauan detikbandung, lokasi bangunan yang kini telah rata dengan tanah tersebut berada di belakang monumen Bambu Runcing di Jalan Kepatihan. Kini
bangunan tersebut digunakan sebaagai lahan parkir untuk karyawan Yogya Departemen Store dan parkir alternatif.

Tampak dari depan Jalan Kepatihan tidak terlihat kawasan tersebut menjadi lahan parkir karena tertutup seng. Namun jika dilihat dari pintu keluar parkir Yogya Departemen Store di sebelah kanan terlihat area parkir baru yang cukup luas untuk kendaraan roda dua.
(avi/ern)

Jumat, 17/09/2010 17:23 WIB
Kini Jadi Area Parkir
Di Masa Perjuangan, Bangunan Heritage di Kepatihan Markas BKR
Avitia Nurmatari – detikBandung

Bandung – Bangunan heritage yang kini rata dengan tanah di Jalan kepatihan sempat menjadi markas Badan Keamanan Rakyat (BKR) Siliwangi, lalu menjadi Hotel Harapan Eka Graha. Setelah itu menjadi factory outlet, dan sekarang difungsikan sebagai lahan parkir.

Pada Tahun 1945-1946, lahan itu adalah Markas Badan Keamanan Rakyat (BKR) Siliwangi. Konon, ditempat itulah pertama kali dicetuskan ide awal Bandung Lautan Api.

Karena itulah di depan bangunan tersebut terdapat monumen Bambu Runcing yang merupakan salah satu stilasi (monumen mini-red). Setelah itu bangunan tersebut menjadi Hotel Harapan Eka Graha dengan tidak mengubah struktur bangunan.

“Monumen yang di depannya itu memang berkaitan dengan histori bangunannya,” ujar Ketua Paguyuban Bandung Heritage, Harastuti.

Meski bangunan tersebut tidak terdaftar dalam 99 bangunan yang ada di dalam Peraturan Daerah Kota Bandung No 19 Tahun 2009 Tentang Pengelolaan Kawasan dan Bangunan Cagar Budaya, namun ia berharap Pemkot bisa lebih hati-hati dalam memberikan izin memugar bangunan heritage.

“Kami sudah mencoba menghubungi Distarcip, tapi hingga saat ini belum ada tanggapan. Kami mengimbau dengan keras, walaupun akan dialih fungsikan, tapi bangunan aslinya tidak dirubah,” tegasnya.

Saat ini jumlah bangunan heritage yang ada di Kota Bandung ada sekitar 1.000 bangunan. Sementara yang dilindungi hanya 99 saja, nasib bangunan yang lainnya kini tidak terurus. “Ya katanya biayanya mahal kalau semua dilindungi,” ujar Harstuti.

(avi/ern)

Dada Tak Masalah Bangunan Cagar Budaya di Kepatihan Dibongkar
Avitia Nurmatari – detikBandung

Bandung – Wali Kota Bandung Dada Rosada menyatakan, bangunan yang berada di Jalan Kepatihan nomor 14-16 yang merupakan bekas bangunan Hotel Harapan Eka Graha bukanlah bangunan cagar budaya. Sebab, bangunan tersebut tak masuk dalam daftar bangunan cagar budaya di Perda Nomor 19 Tahun 2009 tentang Bangunan Cagar Budaya.

Ia juga memperbolehkan, bangunan tersebut untuk diubah dibongkar.

“Ya itu kan tidak termasuk dalam Perda. Jadi ya boleh saja mau diapa-apain juga,” ujar Dada ditemui usai pembukaan Pameran Foto 200 Tahun bandung di BIP, Jalan Merdeka, Senin (20/9/2010).

Menurut Dada, dirinya juga tak akan memberikan sanksi kepada pemilik atau yang membongkar bangunan tersebut. “Ya tidak akan ada sanksi, karena itu kan tidak termasuk 99 bangunan cagar budaya yang ada dalam Perda. Dan Perda itu kan keputusan bersama,” katanya.

Mengenai monumen Bambu Runcing yang ada di depan bangunan yang telah dibongkar tersebut, menurut Dada, itu bisa dipindahkan atau diperbaharui. “Nanti kita bicarakan dulu soal monumen. Apakah akan dipindahkan dari situ, atau diperbaharui,” tutupnya.

Senin, 20/09/2010 15:06 WIB
Veteran Tangisi Bangunan Sejarah di Kepatihan Jadi Lahan Parkir
Avitia Nurmatari – detikBandung

Bandung – Para anggota Legiun Veteran Kota Bandung sedih dan menangis saat mendatangi bekas bangunan Hotel Harapan Eka Graha yang berada di Jalan Kepatihan nomor 14-16 yang kini telah rata dengan tanah. Mereka begitu menyayangkan, bangunan yang pernah menjadi tempat dicetuskannya Bandung Lautan Api (BLA), kini menjadi lahar parkir.

“Saya sedih, kenapa dibongkar, seharusnya dilestarikan,” ujar Euis Resmini (81) salah satu anggota Legiun Veteran Kota Bandung sambil bercucuran air mata, Senin (20/9/2010).

Euis mengaku, dahulu ia pernah datang ke tempat tersebut saat zaman perjuangan. “Saya pernah masuk ke sini. Waktu itu ditugaskan. Dan tidak sembarangan orang bisa masuk kesini. Karena ini markas Rahasia,” katanya.

Menurut Euis, seharusnya pembongkaran bangunan tersebut sebelumnya dikompromikan terlebih dulu dengan anggota Veteran. Euis pun berharap pada Pemkot, agar kenangan-kenangan tentang sejarah Kota Bandung dapat tetap dilestarikan.

“Ini kan sejarah, kenangan. harusnya dilestarikan untuk kenang-kenangan generasi muda,” tutur Euis.

Sekitar 10 orang veteran termasuk Ketua legiun Veteran Kota Bandung Soedirman datang dengan menggunakan seragam lengkap. Mereka pun menyempatkan berfoto di bekas bangunan yang kini jadi tempat parkir. Euis dan ketua Legium Veteran terlihat tak kuasa menahan air mata. Sementara yang lainnya menatap dengan sedih melihat bekas tempat sejarah itu kini rata dengan tanah.

mereka pun terlihat duduk-duduk di sekitar lokasi, seperti sedang mengenang sesuatu.

Senin, 20/09/2010 15:35 WIB
Ketua Veteran: Monumen Bambu Runcing Tak Boleh Dipindahkan
Avitia Nurmatari – detikBandung

Bandung – Ketua Legiun Veteran Kota bandung Soedirman menegaskan, monumen Bambu Runcing yang berada di depan bekas bangunan Hotel Harapan Eka Graha di Jalan Kepatihan nomor 14-16 tidak boleh dipindahkan. Sebab monumen tersebut menurutnya adalah sisa sejarah dari bangunan yang kini telah dibongkar.

“Itu tidak bisa dipindahkan, karena sudah menjadi monumen bersejarah,” ujar Soedirman saat meninjau lokasi bekas bangunan Hotel Harapan Eka Graha di Jalan Kepatihan 14-16, Senin (20/9/2010).

Ia pun meminta kepada pengelola parkir Yogya Departemen Store agar merawat dan menjaga monumen tersebut agar tidak rusak. “Monumen ini jadi tanggung jawab Yogya. Saya minta untuk tidak dipindahkan. Tapi kalau bergeser asal masih di tempat ini, itu boleh,” katanya.

Ditemui di tempat yang sama, Staf Personalia dan Umum Joyga Kepatihan, Daniel Kurniawan berjanji akan merawat monumen tersebut. “Kalau dari kita, akan kita bersihkan dan dicat setiap bulan,” tutur Daniel.

Namun menurut Daniel, pihaknya tidak punya kekuatan untuk mengusir PKL yang sering membuat monumen jadi rusak dan kotor. “Sudah kita rapikan, kita bersihkan. Eh tapi malah dipakai buang sampah, bahkan dikencingi. Tapi kita tidak punya kekuatan apa-apa untuk mengusir mereka,” tutupnya.

(tya/ern)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s