Trotoar, Bukan Hanya untuk Pejalan Kaki- Jurnal Bogor

Trotoar, Bukan Hanya untuk Pejalan Kaki

Jurnal Bogor, 15 December 2009 oleh jayadi
Rubrik: Surken Empang

Surken – Sejak dahulu, ruas jalan Suryakencana tak mendapatkan pelebaran jalan. Malah, sebagian dari warga Suryakencana mengaku beberapa meter lahan di depan rumahnya harus direlakan terpakai untuk membangun trotoar bagi pejalan kaki sesuai dengan keputusan walikota saat itu.
“Dulu rumah ini lebih luas daripada sekarang. Tepatnya saya lupa, bahwa seluruh rumah yang menjadi ruko atau tempat tinggal di sepanjang jalan Suryakencana ini harus dibuat trotoar seperti sekarang,” ujar Chandra, pengusaha Mebel di Suryakencana.Namun, kita bisa lihat sekarang bahwa fungsi trotoar telah beralih fungsi.

Bukan saja untuk para pejalan kaki agar dapat tetap menikmati perjalanan. Semakin banyak PKL yang memanfaatkan trotoar tersebut sebagai lahan mengais rejekinya dengan alasan tidak perlu uang sewa untuk membuat dapurnya mengebul.
Lain lagi ceritanya kalau kita melihat beberapa penggunaan trotoar sebagai lahan berjualan yang sengaja dipakai sendiri oleh pemilik toko tersebut. Mereka seakan tak perduli kepada pejalan kaki yang harus memakai area jalan raya demi melanjutkan perjalananya. “Daripada lahannya diisi oleh orang lain, lebih baik saya pakai untuk jualan lagi. Pemasukannya kan jadi dobel. Lumayan untuk tambah-tambah modal,” kilah salah satu pedagang yang tak mau disebutkan namanya.
Belum lagi trotoar yang rusak karena penutup lubang airnya tidak ada. Didapati lebih dari sepuluh lubang terbuka dapat ditemui di trotoar Suryakencana. Tentunya para warga yang melintas merasa khawatir terhadap kondisi demikian.
“Terkadang lubang tersebut hanya di tutupi oleh pot kembang. Ada pula yang sengaja menumpahkan pot tersebut ke dalam lubang karena khawatir terjeblos. Para pedagang malam yang biasanya melakukannya ketika akan menggelar dagangan mereka,” papar Yusuf, tukang soto kuning di daerah Gang Aut.
Tak hanya itu, pelanggaran para pengguna kendaraan beroda dua juga dilakukan. Terkadang, mereka memanfaatkan trotoar tersebut dengan motornya untuk menghindari kepadatan lalu lintas di Surken.
“Kadang saya kesal kepada mereka. Apakah mereka gak berpikir dengan mengendarai kendaraannya ke atas trotoar, itu sama saja telah mengambil hak pejalan kaki. Bagaimana kami mau safety kalau trotoar dipakai jualan dan dipakai layaknya jalan raya?,” keluh Wina, salah seorang pejalan kaki.
Selain Wina, Ati juga mengeluhkan keadaan trotoar yang sekarang. Dia pernah menolong seorang nenek yang terjatuh akibat blok trotoar sudah tidak layak lagi dan belum ada pembenahan dari instansi terkait.
“Si Nenek sampai benjol. Kasihan kan mereka sudah tua dan tak begitu seimbang dalam berjalan. Mereka tidak begitu memerhatikan jalan karena penglihatan yang sudah rabun karena usia. Kalau blok trotoar ini ada yang timbul dan ada juga yang hilang, bagaimana kita sebagai pejalan kaki bisa menikmatiya?” tandasnya.
Tentunya ini adalah sebagian kecil penyalahgunaan yang terjadi terhadap trotoar di Kota Bogor khususnya di Suryakencana. Masih banyak pelanggaran lain yang dilakukan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab atas lahan hak bagi para pejalan kaki. Tugas kita adalah tetap menjaga kondisi trotoar tersebut agar tetap seperti pada fungsinya.

Sri Wahyuni

2 thoughts on “Trotoar, Bukan Hanya untuk Pejalan Kaki- Jurnal Bogor

  1. a little things make a big different…mumpung denger2 ada rencana mengusulkan kawasan “Handelstraat” menjadi area heritage untuk kategori zona niaga ke pemprov jabar…sekalian dunk dipikirkan bagaimana design&implementasi jalur pedestrian yang baik, aman, sehat dan ramah bagi manula,tunanetra dan adik2 bayi…ironis mendengar crita horor ie. hanya karena tersandung paving block trotoar yang nongol gak rapih…hatur nuhun

  2. perasaan saya, dari artikel2 yg muncul di jurnal bogor, wacana yg lebih mengemuka adalah “pelebaran jalan”, bukan penertiban trotoar. Kalau pelebaran jalan yang terjadi, hilang sudah ciri sebuah pecinan, dan banyak bentuk muka / fasade rumah / toko yang akan berubah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s