Model Konservasi Barat Kurang Cocok dengan Asia – Kompas

CAGAR BUDAYA
Model Konservasi Barat Kurang Cocok dengan Asia
Sabtu, 11 Juli 2009

Jakarta, Kompas – Konservasi bangunan cagar budaya dengan cara dan landasan teori Barat kurang cocok diterapkan di Asia, termasuk Indonesia. Landasan konservasi serta karakter bangunan di negara-negara Barat berbeda dengan bangunan di Asia.

Hal tersebut terungkap dalam acara diskusi bulanan Badan Pelestari Pusaka Indonesia yang bertema ”Teori Konservasi”, Kamis (9/7).

Pembicara dalam diskusi tersebut, yaitu arsitek dari Universitas Kristen Petra, Surabaya, Timoticin Kwanda, mengatakan, konservasi untuk bangunan cagar budaya di Asia, termasuk Indonesia, sulit jika harus mengikuti cara atau teori Barat. Pendekatan konservasi Barat sangat menekankan sejarah dan otentitas sebesar-besarnya. Bangunan sebagai obyek menjadi yang utama. Hal itu tak lepas dari tradisi kekristenan dengan keberadaan berbagai relief-relief suci pada bangunan yang dipandang sakral sehingga otentitas menjadi sangat penting.

Sangat berbeda kondisinya di Asia. Bangunan cagar budaya di berbagai daerah di Indonesia, misalnya, terkait dengan nilai-nilai, tradisi, dan kearifan lokal masyarakat sekitarnya. Dengan demikian, konservasi tidak cukup hanya memandang bangunan sebagai obyek, tetapi justru yang lebih penting adalah masyarakat dengan nilai-nilainya sebagai subyek. Dia mencontohkan bangunan keraton yang ada di Indonesia, bentuk dan material merupakan bagian dari ekspresi nilai-nilai spiritualnya.

Selain itu, model bangunan di Asia dan termasuk banyak ditemukan di Indonesia adalah bangunan dengan model perakitan berbahan utama kayu. Di Jepang, misalnya, Kuil Ise Jinggu diganti seluruh bangunan setiap 20 tahun. Mereka membangun kembali dengan cara yang sama. Selain mengonservasi bangunan, mereka ingin melestarikan pengetahuan bertukang yang ada.

Tidak sebatas bangunan

Ke depannya, menurut Timoticin, upaya konservasi di Tanah Air perlu lebih melihat pada subyek dan tidak sebatas terfokus kepada bangunan. Otentitas dipandang sebagai hal yang dapat disepakati bersama. Dengan demikian, para pemangku kepentingan harus dilibatkan.

”Selama ini upaya konservasi menjadi proyek pemerintah. Dibuat rancangan dan dibangun dengan melibatkan arsitektur dan konsultan. Setelah itu selesai,” ujarnya.

Padahal saat mengonservasi bangunan, dapat pula sekaligus mengonservasi kearifan lokal masyarakatnya. Di Vietnam, misalnya, dalam proyek konservasi Banglamphu, kegeniusan lokal masyarakat membuat kerajinan emas, bermusik, dan bertukang dihidupkan kembali. Masyarakat dilatih kembali sehingga keahlian mereka terhadap kayu dikembangkan lagi. ”Ini juga bisa diterapkan di Indonesia. Ketika mengonservasi bangunan Jawa, misalnya, sekaligus dikembangkan kemampuan para ahli bangunan Jawa lokal sehingga teknologi, pengetahuan, dan filsafatnya tidak hilang,”ujarnya.

Upaya konservasi juga bisa dikaitkan dengan kegiatan ekonomi, seperti dimasukkan dalam agenda pariwisata. (INE)

One thought on “Model Konservasi Barat Kurang Cocok dengan Asia – Kompas

  1. apabila dilihat secara realitas kemampuan SDM dari aparat terkait,kita memang tidak bisa memberikan kritikan yg begitu intelektualis.pada dasarnya untuk perancangan dan pengembangan konservasi budaya di indonesia khususnya jawa, tidak pernah menyentuh kultur budaya setempat dan issue kultur budaya yg ada pada daerah budaya setempat.ini lebih dikarenakan yang membuat aturan main dan kebijakan2 peraturan tidak pernah mudeng arti dari suatu intelektualitas pendidikan.saya merasa jadi orang indonesia khususnya orang jawa sangat dibodhi+ditipu oleh suatu instansi pemerintah yg notabene SDM-nya dibawah anak SD.
    kita sebagai warga indonesia yg berintelektualitas tinggi seharusnya menyadari keadaaan yg terjadi di lingkungan instansi kita.
    pelestarian budaya jangan sampai tenggelam+hilang hanya dikarenakan ulah para instansi pemerintah yg berpikiran picik tanpa dilandasi intelektualitas yg tinggi,jadikan semua itu tantangan untuk merubah kondisi peninggalan sejarah yg telah terenggut.LELUHUR PASTI MEMPERHATIKAN USAHA DAN LANGKAH KITA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s