Lokasi Hotel du Chemin Jadi Mapolwil Bogor -Radar Bogor

Menelusuri Bangunan Fenomenal di Kota Bogor yang Hilang (2)

Lokasi Hotel du Chemin Jadi Mapolwil Bogor

Hotel du Chemin 1880, foto koleksi KITLV

Hotel du Chemin 1880, foto koleksi KITLV

Selain Hotel Bellevue, satu hotel lagi yang jadi primadona pelancong Eropa Hotel du Chemin de Fer. Meski tak semewah Hotel Bellevue, hotel ini banyak dikunjungi karena letaknya strategis. Seperti keistimewaannya?

SIAPA sangka Bogor tempo dulu memiliki bangunan bersejarah dan menjadi fenomenal. Hotel du Chemin de Fer salah satu referensi para pelancong atau wisatawan Eropa. Ini karena letaknya strategis yakni dekat dengan stasiun Bogor. Sekilas bangunan hotel yang dimiliki the Netherlandsch-Indische Escompto Maatschapppij tersebut, tidak banyak berubah setelah menjadi kantor polisi wilayah (Polwil) Bogor saat ini. Namun bila diperhatikan seksama perubahan terlihat pada pekarangan yang dulunya begitu luas. Saat ini sangat terbatas karena sebagian sudah menjadi jalan raya. Perubahan lain nampak pada bangunan di sayap kanan. Saat ini bangunan hotel tersebut berubah fungsi menjadi klinik Bhayangkari. “Untuk gedung hanya pada beberapa bagian yang direhab,” jelas Bagian Departemen Data Investigasi Kampoeng Bogor, Anggit Saranta.

Meski hanya menjadi tempat singgah, namun hotel ini memiliki beberapa keistimewaan. Saat keluar stasiun langsung tampak Wilhelmina Park yang indah dan tertata dan ketika menengok ke arah kanan terdapat lorong jalan yang dinaungi pepohonan itulah Stationweg. Di ujung jalan langsung terlihat samar-samar Netherlands Plantetuin te Buitenzorg yang terkenal itu, bahkan disebut yang terbaik sedunia. Di sebelah kanan terdapat bungalow bercat putih.

“Singkatnya hotel ini tempat bagi pendatang yang ingin tahu Bogor. Karena letaknya yang strategis tersebut,” kata Anggit. Nama hotel ini menggunakan bahasa Prancis. Di hotel ini terdapat restoran de Wijnberg bersatu dengan Hotel du Chemin de Fer atau berada tepat di pinggir jalan Bantammerweg. Lokasi Hotel du Chemin de Fer yang berdekatan dengan jalan besar menyebabkan setiap penduduk yang melewati jendela hotel selalu mengendap-endap bertelanjang kaki, seolah takut mengeluarkan suara dan mengganggu penghuni hotel. Terjadinya perilaku pribumi tersebut karena adanya diskriminasi yang sudah berlangsung lama, kemudian dilegalkan melalui hukum kewarganegaraan Hindia Belanda tahun 1910 yang membagi masyarakat dalam empat kasta, yaitu kelas satu warga Barat asli, kelas dua warga Indo, kelas tiga warga Timur Asing (semisal Tjina, Arab dan Keling), dan kelas empat warga Indonesia asli yang lazim disebut inlander (pribumi).

“Perbedaan tersebut mencakup banyak segi kehidupan. Pribumi dilarang masuk ke tempat-tempat yang diperuntukan bagi warga Barat dan Indo,” paparnya. Sama dengan Hotel Bellevue, fungsi hotel inipun berubah setelah masuknya Jepang ke Bogor. Karena statusnya bukan milik orang Belanda atau tak tak bertuan jadi bangunan tersebut diambil alih militer. “Saat ini menjadi kantor Polwil Bogor,” pungkasnya. (*) (Nellyani)

2 thoughts on “Lokasi Hotel du Chemin Jadi Mapolwil Bogor -Radar Bogor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s