Dulu Hotel Kini Menjadi Pusat Bisnis – Radar Bogor

11-06-2009

Menelusuri Bangunan Fenomenal di Kota Bogor yang Hilang (1)

Dulu Hotel Kini Menjadi Pusat Bisnis

Hotel Belle Vue, koleksi foto KITLV

Hotel Belle Vue, koleksi foto KITLV

Tak semua warga Bogor mengetahui keberadaan bekas bangunan fenomenal di Kota Bogor. Salah satunya Hotel Bellevue. Dulu hotel ini menjadi tempat favorit pelancong Eropa. Seperti apa sejarah bangunan tersebut?

MENGUAK sejarah tidak mudah. Dari wadah yang dinamai Kampoeng Bogor, petikan sejarah di kota hujan bisa terkuak. Anak muda mungkin tidak menyangka tempat berdirinya Bogor Trade Mall (BTM) saat ini dahulu adalah bangunan sejarah fenomenal. Ya, Hotel Bellevue terkenal dengan pemandangan alamnya yang menawan. Sebab, dari kamar dan ruang tamu di hotel ini bisa melihat pemandangan Gunung Salak dan aliran sungai Cisadane. Tak hanya itu, bangunan yang sebelumnya sebagai asrama militer Indonesia, Pasar Ramayana dan bioskop tersebut sering digunakan sebagai tempat istirahat petinggi negara. Termasuk pada 1861 ilmuwan Alfred R Wallacea pernah menginap di hotel tersebut.

“Untuk mendapatkan kamar di hotel berpemandangan indah tersebut, harus mengeluarkan uang sebesar 8 flourins,” ujar Bagian Departemen Data Investigasi Kampoeng Bogor, Anggit Saranta. Nominal tersebut, tamu bisa menikmati sebuah kamar indah dengan balkon yang terdiri dari dua buah ruang berpintu yang bisa dibuka dari dua sisi. Hotel dengan gaya Eropa ini memang tak lepas dari aksen Belanda. Lantai hotel ini diberi karpet dengan gorden di setiap jendela. Salah satunya menuju beranda yang ditutupi gorden dan seperangkat furnitur sehingga menjadi sebuah ruang duduk. Ketika keluar dari kamar atau di balkon inilah, para tamu bisa menikmati pemandangan yang mengagumkan. Pemandangan klasik lainnya yang membuat betah tamu yakni dari depan hotel dimana bisa melihat sungai yang bersatu dengan lembah.

“Tamupun dibuat cengang karena menjelang malam hari, disediakan lampu dinding yang menggunakan bahan bakar dari minyak kelapa, sehingga semakin malam wewangian kelapa menyebar di seluruh ruang kamar,” kata Anggi menceritakan semua fasilitas yang ditawarkan hotel tersebut. Sementara tepat di belakang hotel, terdapat rumah Raden Saleh seorang pelukis maestro dengan lukisannya yang terkenal seperti “Hoetan Terbakar”. Keunikan lainnya yang tak kalah fenomenal dari sejarah hotel ini yakni setiap pagi di sekitar hotel tersebut banyak lalu lalang lelaki yang hanya menggunakan sarung, pengemis atau seorang haji dengan payungnya yang besar dan sorban hijaunya. Seolah-olah mereka ingin menunjukkan bahwa pernah pergi ke Mekah. “Hotel ini bahkan menjadi referensi orang Eropa saat berkunjung ke Jawa khususnya Buitenzorg,” ujarnya.

Hanya saja sejak Jepang datang ke Bogor, hotel ini mulai berubah fungsi. Tak hanya hotel Bellevue, banyak bangunan bersejarah di Kota Hujan ini rusak atau berubah fungsinya di zaman penjajahan Jepang. (*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s