Proyek Hotel di Jalan Braga – DetikBandung

Sabtu, 21/03/2009 13:43 WIB
Proyek Hotel di Jalan Braga
Toko Marko Diduga Akan ‘Senasib’ dengan Toko Korona
Agus Rakasiwi – detikBandung


Bandung – Selain pembongkaran Toko Korona di Jalan Braga No 67, kabarnya pengembang juga akan melakukan hal yang sama dengan Toko Marko yang persis berada di sebelahnya. Informasi dari Bandung Heritage, Toko Marko yang termasuk bangunan tua tersebut juga akan dibongkar jadi bagian komplek Hotel Gino Faruci.

“Ada kabar memang pengembang akan melakukan hal yang sama terhadap Toko Marko. Di dalam surat kami menyebutkan bahwa Toko Marko tidak boleh dibongkar atau diratakan dengan tanah,” ujar David B. Soediono, anggota Bandung Heritage, Jalan RE Martadinata, Sabtu (21/03/2009).

Menurut David, Toko Marko dan Toko Korona atau Kero merupakan satu komplek bangunan. Wajah Toko Marko sendiri masih memperlihatkan bentuk aslinya.

“Dua toko ini merupakan satu kesatuan dengan bangunan-bangunan lain yang ada di Braga. Di mana Jalan Braga merupakan kawasan komplek cagar Budaya,” tutur David.

Dia menjelaskan, perobohan bangunan yang terkait dengan kawasan cagar budaya jelas-jelas melanggar peraturan daerah dan UU Cagar Budaya.

Pantauan detikbandung, saat ini komplek toko Korona yang dibongkar sejak awal bulan Maret sudah dipasang seng setinggi lima meter. Bekas-bekas bongkaran tidak terlihat lagi dari luar. Tapi bagian atas bangunan masih terlihat sisa-sisa bongkaran.

Selain Toko Korona dan Toko Marko. Beberapa bangunan di Jalan Braga juga sudah ditandai dengan tulisan akan dijual lengkap dengan nomor kontak sebuah perusahaan property.

Proyek Hotel di Jalan Braga
Bandung Heritage Bantah Beri Rekomendasi
Agus Rakasiwi – detikBandung

Bandung – Paguyuban Konservasi Bandung Heritage membantah telah memberikan rekomendasi kepada pengembang Hotel Gino Faruci untuk meratakan bangunan tua di Jalan Braga No 67.

Demikian ditegaskan oleh Ketua Bandung Heritage Harastoeti saat konferensi pers di kantor lembaganya, Jalan Riau, Jumat (20/3/2009). Harastoeti didampingi oleh Executive Director Frances B. Affandy, Ketua Paguyuban Braga David Bambang Soediono dan Dibyo Hartono sebagai Ketua Bidang Alam dan Lingkungan Binaan Bandung Heritage.

“Kami tidak pernah memberikan rekomendasi apapun terkait pembongkaran bangunan tua di Jalan Braga 67,” katanya tegas.

Hal senada dikatakan pula oleh David Bambang Soediono. Dia mengatakan, pengembang hotel salah mengartikan surat yang diberikan oleh Bandung Heritage. “Sama sekali tidak ada kata rekomendasi dalam surat itu. Dan isinya juga bukan rekomendasi untuk membongkar,” katanya.

Surat yang bernomor 32/BLAB/PPBB/IX/2008 tanggal 16 September 2008 itu berisi penjelasan tentang status bangunan. Dijelaskan dalam surat itu, bahwa bangunan bekas Toko Korona itu merupakan hasil pengubahan kecil tahun 1970-an. Awalnya bangunan memiliki bagian menara lalu diubah sehingga tidak lagi ada menara. David menjelaskan pula isi surat itu bangunan Jalan Braga itu harus diselamatkan.

“Tidak ada kata-kata rekomendasi dalam surat itu. Melainkan Bandung Heritage menjelaskan agar bangunan itu harus diselamatkan,” kata David tegas.

Saat disinggung mengenai kondisi bekas Toko Korona dan Toko Kero yang sudah rata dengan tanah itu, Harastoeti meminta semua pihak patuh terhadap UU cagar budaya.

“Ada denda 100 juta untuk mereka yang membongkar bangunan cagar budaya tanpa izin,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s