Bangunan China Sezaman dengan Candra Naya Dibongkar – Wisata Kota Tua, Kompas

Bangunan China Sezaman dengan Candra Naya Dibongkar

Sejumlah bangunan bersitektur China di Jalan Pejagalan, Jakarta Barat yang masih tersisa. Bangunan China di kawasan ini diperkirakan berasal masa sekitar tahun 1805 – 1870.
Jumat, 13 Maret 2009 | 15:50 WIB

“Old Chinese mansion di Jalan Pejagalan 62 baru saja dibongkar senasib dengan yang di Karawaci namun lebih besar dan antik. Fenomena apa yg terjadi akhir- akhir ini.” Demikian pesan pendek yang masuk ke Warta Kota Senin (9/3) pagi sekitar pukul 09.00. Maka, kaki pun melangkah ke sasaran.

Bayangan sisa-sisa bangunan China yang memanjang di Jalan Pejagalan melintas, mengira-ira sisa bangunan mana lagi yang dirobohkan. Tiba di kawasan Pejagalan, bekas bangunan nomor 62 langsung terlihat. Mencolok karena letaknya di tengah-tengah bangunan lain yang masih berdiri. Semuanya berarsitektur China. Persis berada di depan Pasar Pejagalan.

Begitu Warta Kota tiba di depan pintu pagar berwarna hitam, seorang penjaga langsung menghampiri dan bertanya dengan nada curiga. Setelah mengaku sebagai pecinta bangunan tua, si penjaga melunak sedikit.

“Saya enggak tahu, saya cuma disuruh jaga,” ujar si penjaga saat ditanya siapa si empunya bangunan dan mau diapakan lahan tersebut. Penjaga tadi menambahkan, bangunan dirobohkan sekitar sebulan lalu. Dari pantauan Warta Kota, lahan ini memanjang ke belakang. Tak ada yang bersisa kecuali sederet bangunan, yang bisa jadi setipe, berada di sisi kiri.

Di deretan kanan, terlihat sisa bangunan kuno yang juga bergaya China memanjang hingga ke ujung Jalan Pejagalan Raya yang mendekati Pasar Pagi. Dari pantauan Warta Kota terdapat sisa tembok memanjang seperti bekas  tembok sebuah kompleks.

Menurut arsitek sekaligus pemerhati bangunan kuno bergaya China, Hendra Lukito, bangunan itu sama penting dengan bangunan China di Karawaci dan Candra Naya. “Itu bangunan yang setara dengan Candra Naya dan bangunan China di Karawaci,” tandasnya.

Secara terpisah, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kota Tua, Candrian Attahiyat mengatakan, bangunan di kawasan Pejagalan tidak ada yang masuk dalam cagar budaya. “Bangunan di sana, juga termasuk yang nomor 62 hanya dilakukan perekaman data. Alasannya karena bangunan itu sudah mengalami banyak perubahan,” tandasnya.

Naniek Widayati, pengajar Jurusan Arsitektur Universitas Tarumanegara, yang meneliti bangunan China di Jalan Pejagalan khususnya nomor 62,  memperkirakan kapan bangunan didirikan, perlu ditinjau dari awal masuknya orang-orang China ke Sunda Kelapa sampai terjadi pembantaian orang China pada 1740.

Setelah 1740 warga Tionghoa hidup di luar kota Batavia. Selain Glodok mengikuti aliran sungai, banyak dijumpai pemukiman China di Petak Baroe Petekoan, Kali Besar, Pintu Kecil, Jelangkeng, Angke (Bacharasgracht). Permukiman yang agak renggang terdapat ke arah Jalan Bandengan (dekat jalan Pejagalan). Pada abad ke 19 mereka mulai diizinkan mendirikan rumah madat.

Berdasarkan catatan sejarah, demikian kata Naniek, maka diperkirakan bangunan tersebut dibangun pada abad ke 19 pada dekade 1805-1870. Perkiraan tersebut juga diperkuat dengan adanya arsitektur dan material yang digunakan sama dengan bangunan Candra Naya yang dibangun pada abad ke 19 (sekitar tahun 1807 dan 1867).

Pada awalnya bangunan tersebut hanya difungsikan sebagai rumah tinggal bangsawan China. Kemudian pada awal abad ke 20 pada sekitar tahun 1920-1980 bangunan tersebut digunakan sebagai pusat eksportir kopi, kopra, damar, gambir, kertas, beras dan karet, kemudian berubah lagi menjadi pabrik karet (pabrik latex). Sejak tahun 1980 sampai sekarang pabrik karet tersebut sudah tidak berfungsi lagi.
WARTA KOTA Pradaningrum W

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s