Pengrusakan Benda Cagar Budaya Jero Wacik Sesalkan Ketidakseriusan Pemkot

Pengrusakan Benda Cagar Budaya
Jero Wacik Sesalkan Ketidakseriusan Pemkot

IR H JUANDA – Ketidakpedulian Pemkot Bogor menjaga dan melestarikan benda cagar budaya (BCB) dikritik sejumlah kalangan. Tak terkecuali Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Jero Wacik.

Jero yang dimintai tanggapannya soal pengrusakan BCB di sejumlah daerah, termasuk Kota Bogor, menyatakan bahwa pemda sebenarnya memiliki peranan penting menjaga dan melestarikan BCB. Sebab, pemda berwenang mengeluarkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Karena itu, kata Jero, jika ada BCB yang rusak sebagai akibat dari pembangunan mal atau bangunan lainnya maka pemda harus bertanggung jawab. “Kalau ada walikota yang tidak peduli dengan pelestarian BCB, masyarakat bisa menuntutnya.

Kalau perlu tidak usah dipilih walikota yang seperti itu, karena BCB merupakan identitas suatu bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan,” kata Jero disambut tepuk tangan meriah dari kalangan wartawan.

Jero menegaskan, pemda seharusnya peka jika terjadi pengrusakan BCB. “Pembangunan boleh jalan, tetapi jangan merusak BCB. Karena itu, jika ada pembangunan di areal BCB maka harus tetap utuh,” imbuhnya.

Dia mencontohkan, di Solo terdapat bangunan mal di areal BCB, tetapi BCB tetap dijaga dan tidak dirusak, sehingga BCB tersebut berada dalam jantung mal. “Undang-undang yang mengatur BCB akan direvisi dan sanksinya harus lebih tegas,” katanya.

Bagaimana dengan BCB Indonesia yang berada di luar negeri? Jero menyatakan, sebenarnya ada keinginan untuk mengembalikan BCB yang ada di luar negeri, tetapi untuk mengembalikannya tidak mudah.

“Saya setuju kalau dikembalikan, tetapi BCB yang ada saja belum bisa jaga dan dilestarikan secara keseluruhan. Bahkan, sampai saat ini masih ada BCB yang baru ditemukan dibawa keluar negeri oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Hal senada diungkapkan Seniman dan Budayawan Indonesia, Putu Wijaya. “Kalau BCB itu dikembalikan, maka mampukah kita menjaganya, sementara yang ada saja tidak dipelihara dengan baik karena kita sendiri tidak mau peduli dengan identitas bangsa kita,” kata Putu.

Sekadar diketahui, Kota Bogor merupakan daerah yang sangat kaya dengan BCB, tetapi keberadaan BCB hanya dipandang sebelah mata oleh Pemkot Bogor. Buktinya, pengrusakan BCB seperti yang terjadi di Batutulis, Rancamaya dan areal pembangunan Gedung Serbaguna Gumati tak ditanggapi serius Pemkot Bogor.

Selain itu, ratusan BCB bergerak yang terdapat di rumah-rumah penduduk hanya didata tanpa ada upaya untuk menampungnya dalam museum sehingga bisa menjadi aset sejarah. (rid)
(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s